Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tips Mountain Date untuk Pendaki Amatir, Cara Aman Kencan di Atas Awan


Mountain date adalah hantu yang menakutkan bagi para pendaki amatiran. Tidak sedikit pendaki yang gagal mengajak pasangannya menikmati indahnya alam. Sebagian dari mereka mungkin hampir berhasil, tapi sebagian lagi justru mengalami penolakan secara mentah-mentah usai memaksa pasangannya naik gunung.

Padahal, di gunung banyak sekali para pendaki senior yang justru lebih sering naik gunung bersama pasangan ketimbang teman-temannya. Fenomena ini sudah berkali-kali saya temui di berbagai gunung. Cara satu-satunya adalah dengan membuat pasangan menjadi sama-sama suka mendaki gunung.

Inilah yang saya lakukan selama ini. Saya sering naik gunung dengan pasangan. Awalnya, hanya saya yang suka mendaki, pasangan saya belakangan. Dia mulai suka gunung karena saya bisa membuatnya ikut naik dan akhirnya ketagihan. Saya berhasil karena tahu tipsnya, dan sekarang, giliran Anda untuk mempraktikkan tips jitu dari saya ini.

#1 Ajak Naik Gunung secara Bertahap

Langkah pertama agar pendakian Anda bersama pasangan bisa jadi kenangan manis adalah mengenalkan gunung secara bertahap. Pendakian adalah olahraga ekstrem yang melelahkan. Butuh tenaga, fisik, dan mental yang kuat untuk bisa mendaki gunung setinggi ribuan meter.

Kalau pasangan Anda belum pernah naik gunung sama sekali, ajaklah mendaki di gunung yang pendek-pendek dulu. Carilah gunung dengan elevasi yang tidak lebih dari 500 meter. Kalau di sekitar Jogja, coba naik Gunung Api Purba Nglanggeran, atau ke Gunung Andong. Keduanya mempunyai elevasi sekitar 300 meter-an, dan bisa ditempuh maksimal 2 jam perjalanan dari basecamp sampai puncak.

#2 Mendaki Berdua, Jangan Ajak Orang Lain

Kesalahan yang sering sekali dilakukan pendaki yang ingin mountain date adalah mengajak pasangan mendaki bersama teman-temannya yang sudah profesional. Ini tentu salah besar dan kalau Anda sudah mencobanya, jangan pernah ulangi kesalahan ini lagi. Pasangan bisa saja tidak nyaman dengan model pendakian yang seperti itu.

Teman-teman Anda yang sudah pengalaman mendaki memiliki tempo jalan yang lebih cepat ketimbang pasangan yang pemula. Ini tentu akan sangat menyulitkan. Anda akan terdesak dalam dua situasi, menjaga pasangan dan membiarkan teman berjalan cepat, atau memaksa pasangan agar mau menyesuaikan kecepatan tim. Keduanya sama-sama merepotkan.

#3 Bikin Pasangan Merasa Keren

Tidak bisa dipungkiri jika cabang dari kegiatan pendakian saat ini adalah ajang untuk adu outfit. Brand-brand outdoor lokal dan internasional berlomba-lomba untuk mengeluarkan pakaian gunung yang stylish. Maka dari itu, jangan pernah larang pasangan Anda untuk memakai pakaian yang membuatnya merasa cantik.

Kalau Anda adalah tim pendaki idealis yang benci gorpcore, cobalah untuk menerima perubahan zaman. Mau tidak mau, suka tidak suka, referensi pendakian keren sekarang adalah memakai jaket gorpcore dan celana gombrong. Kalau pasangan Anda suka dengan gaya itu, kasih kesempatan dia untuk eksplore outfit keren di gunung.

#4 Tidak Memaksa Pasangan sampai Puncak

Kesalahan terbesar para pendaki pria yang mengajak pasangannya mendaki gunung adalah menyamakan ambisi untuk mencapai puncak. Perempuan bukanlah makhluk yang punya ego sebesar laki-laki. Mereka terbiasa untuk mengalah dan selalu pintar belajar mengikhlaskan sesuatu yang belum pantas untuk dimiliki.

Begitu juga soal puncak gunung. Kalau dalam pendakian, pasangan Anda merasa tidak kuat dan harus balik kanan saat summit, maka ini adalah keputusan yang harus Anda hargai. Memaksa perempuan untuk terus jalan meski dia sudah ingin menyerah, hanya akan membuat situasi menjadi semakin rumit.

#5 Riset Gunung

Menjadi pendaki keren tidak harus tampak dari besarnya carrier. Menjadi pendaki keren juga bisa dilakukan dengan cara riset gunung yang mau Anda daki. Ini lah pekerjaan rumah yang sering dilupakan pendaki amatiran. Padahal kita semua adalah pemula di semua gunung yang belum pernah didaki.

Maka dari itu, kalau Anda membawa pasangan naik ke suatu gunung, jangan pernah melewatkan untuk riset. Cari tahu ketinggian gunung tersebut, berapa jarak vertikal dan horizontal yang akan Anda tempuh bersama pasangan, dan cari tahu di mana letak sumber airnya. Kesalahan dalam melakukan riset hanya akan membuat pendakian Anda menjadi kacau.

Jadi, itu adalah 5 tips mountain date yang sering dilupakan oleh para pendaki. Membawa pasangan ke atas gunung itu bukanlah hal yang mudah. Kita dibebankan pada sebuah tanggung jawab besar atas keselamatan diri sendiri dan pasangan.

Maka dari itu, sebelum Anda memutuskan untuk mountain date bersama pasangan, sebaiknya pastikan fisik dan mental Anda jauh lebih kuat dari biasanya. Pastikan juga Anda memiliki kemampuan yang unggul di bidang navigasi, survival, dan manajemen logistik.

Posting Komentar untuk "5 Tips Mountain Date untuk Pendaki Amatir, Cara Aman Kencan di Atas Awan"