Tips Memilih Gunung untuk Pendaki Pemula, Anti Trauma
Pendaki pemula bisa diartikan sebagai orang yang belum memiliki pengalaman pendakian yang serius. Pendaki pemula biasanya identik dengan bocil FOMO yang hanya mau mendaki semata-mata karena ingin membuat konten jedag-jedug di TikTok atau Instagram.
Tujuan orang mendaki gunung itu beragam dan mendaki karena konten bukanlah kesalahan yang fatal. Asalkan, pendakian itu dilakukan dengan persiapan yang matang. Mulai dari persiapan fisik, mental, hingga keputusan memilih gunung yang tepat.
Sebagian pendaki merasa bahwa semua gunung itu sama saja. Tingkat kesulitan suatu gunung umumnya dianggap berbanding lurus dengan ketinggian MDPL-nya. Padahal, gunung tidak sesederhana itu.
Melalui artikel ini, saya akan kasih tahu Anda, para pendaki pemula, bagaimana cara memilih gunung yang tepat, agar tidak menyesal saat berada di trek pendakian.
#1 Jangan Tertipu dengan MDPL
MDPL adalah singkatan dari meter di atas permukaan laut. Tingkat kesulitan dan durasi pendakian sebuah gunung tidak bisa hanya ditentukan dari ketinggiannya saja. Sebagai pendaki kita perlu mencari tahu apa itu yang disebut dengan elevation gain, yaitu total akumulasi kenaikan yang ditempuh pendaki dari basecamp sampai ke puncak gunung.
Contoh, Gunung Prau memiliki ketinggian 2.590 MDPL, tapi basecamp Prau sudah ada di 1.900 MDPL. Jadi total elevasi yang ditempuh pendaki dari basecamp sampai puncak adalah sekitar 690 MDPL. Ini tentu lebih ringan jika dibandingkan dengan Gunung Penanggungan di Jatim yang berdiri setinggi 1.653 MDPL, tapi basecamp-nya berada di ketinggian 600-an MDPL.
Dari sini kita belajar kalau tingkat kesulitan gunung tidak berbanding lurus dengan ketinggiannya. Kalau Anda ingin mencari gunung untuk mendaki santai, lakukan riset perihal elevasi dan jarak tempuh pendakiannya.
#2 Ajak Kawan yang Sudah Berpengalaman
Setiap gunung mempunyai tingkat kesulitan dan tantangan yang berbeda-beda. Kalau Anda baru pertama kali naik suatu gunung, pastikan untuk mengajak kawan yang sudah berpengalaman dan pernah mendaki gunung tersebut.
Tujuannya adalah untuk memandu perjalanan Anda dan memberitahu estimasi jarak antar posnya. Tips kedua ini tentu akan lebih baik ketimbang Anda naik gunung bersama orang yang buta tentang jalur pendakian gunung yang sedang didaki.
Selain itu, kawan yang sudah berpengalaman akan mengerti kapan Anda harus tetap jalan, kapan harus beristirahat, dan kapan harus membuka tenda untuk bercamping. Ini tentu akan memudahkan perjalanan pendakian Anda.
#3 Cari Gunung yang View-nya Cantik
Jujur, tidak semua gunung punya view yang cantik. Saya tidak akan menyebutkan gunung mana saja. Tapi, sebaliknya, beberapa gunung justru mudah terkenal karena punya pemandangan yang sangat indah. Salah satu yang paling saya favoritkan adalah Gunung Merbabu.
Kalau Anda adalah pendaki pemula, carilah gunung yang punya view cantik. Faktor ini akan membuat Anda termotivasi untuk terus naik. Tanpa view yang bagus di atas gunung, konten jedag-jedug Anda tidak akan mendapatkan likes yang banyak seperti bayangan Anda sebelumnya.
Selain itu, saya sangat menyarankan untuk tidak mengesampingkan puncak. Puncak gunung memang bonus, tapi menggapai puncak itu memiliki kepuasan tersendiri yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Kalau Anda pendaki pemula, gapailah puncak gunung agar tidak menyesal di kemudian hari.
Jadi itu adalah 3 tips memilih gunung yang cocok untuk pendaki pemula. Ingat, jika Anda sudah memutuskan untuk mendaki gunung, persiapkan diri sebaik mungkin. Jangan pernah merasa jago dan meremehkan trek pendakian apapun itu gunungnya.

Posting Komentar untuk "Tips Memilih Gunung untuk Pendaki Pemula, Anti Trauma"
Beri saran